Penjelasan Ilmiah
Salah satu tujuan : menjelaskan segala sesuatu di sekitar kita untuk keperluan praktis atau sekedar ingin tahu.
Syarat penjelasan ilmiah menurut Carl Hempel
1. Menggunakakn premis (di mana fakta mendukung kesimpulan)
2. Semua fakta benar
3. Setidaknya fakta mengikuti 1 hukum alam yang umum
Tidak semua cara di atas dapat menjelaskan secara ilmiah
1. Masalah simetri
2. Masalah relevans
Emprisme adalah sesuatu dapat dianggap benar apabila sudah melalui observasi atau penelitian dan tidak mengakui sebab akibat.
David Hume termasuk menganut compatibilisme yaitu aliran yang menganggap bahwa kehendak bebas tidak bertentangan dengan takdir.
Reckonisme adalah pencarian kebenaran sampai elemen-elemen fundamental.
Scientific Reasoning
“The only real valuable thing is intuition.”
(Albert Einstein)
Suatu ilmu dapat dibuktikan dengan beberapa alasan. Alasan ini dapat berupa penalaran deduktif atau induktif. Penalaran deduktif memberlakukan prinsip-prinsip umum untuk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang spesifik, sementara penalaran induktif menguji informasi yang spesifik, yang mungkin berupa banyak potongan informasi yang spesifik, untuk menarik suatu kesimpulan umum.
Contoh deduktif:
Semua murid kelas XI IPA di sekolah Dharmabakti tidak naik kelas.(premis mayor)
Budi kelas murid kelas XI IPA di sekolah Dharmabakti.(premis minor)
Budi tidak naik kelas.(kesimpulan)
Contoh induksi :
- TV tidak pernah meledak bila dinyalakan.
Pagi ini saya menyalakan tv , pasti tidak akan meledak. - Semua gula itu manis.
Dari semua gula yang pernah saya makan rasanya manis.
Menurut David Hume bahwa di dalam penalaran induktif tidak ada kebenarannya. Bagi Hume penalaran induktif ini hanya berdasarkan insting/perasaan. Dan jelas-jelas bahwa perasaan bisa salah. Tetapi pernyataan Huge ini dibantah, bahwa induktif walaupun tidak ada jaminan tapi dapat dibuktikan melalui probabilitas. Semakin tinggi probabilitas maka kesimpulan semakin mendekati kebenaran.
IBE (Inference to The Best Explanation) atau lebih dikenal dengan abduction adalah metode yang sering digunakan para pekerja science di mana para ilmuwan memilih hipotesis yang akan digunakan, jika benar maka akan menjadi penjelasan terbaik dari bukti bukti yang relevant. Biasanya dipakai dalam philosophy of science yang menujukkan bahwa penjelasan itu sederhana, masuk akal dan mengakibatkan penjelasan yang cukup dari probabilitas atau bukti bukti.
Filsafat Ilmu Pengetahuan
Kebenaran
“There is nothing either good or bad, but thinking makes it so.”
(William Shakespeare)
Apakah kebenaran itu? ? Menurut saya sebenarnya di dunia ini tidak ada yang yang benar dan salah. Apabila bagi orang timur seks bebas adalah hal yang tabu, bagi orang barat hal ini adalah hal yang wajar. Intinya kebenaran itu sangat dipengaruhi oleh budaya dan cara berpikir orang masing-masing.
Sejarah science
Perbedaan pengetahuan dan science:
Pengetahuan adalah sesuatu informasi yang berhasil dikumpulkan dan berguna bagi kita.
Science adalah usaha atau cara untuk mendapatkan Pengetahuan.
Jadi Philosophy of Science membahas cara mendapatkan pengetahuan.
1. Pengetahuan di zaman purba(ancient)
Pada zaman dahulu orang mengira bahwa bumi terdiri dari 5 unsur. Mereka hanya mengkira-kira tanpa ada pembuktiaan atau penelitian.
2. Age of Faith
Pada zaman ini apabila orang ditanya ‘Mengapa daun berwarna hijau??’Mereka akan menjawab bahwa itu karena Tuhan yang menghendaki atau itu adalah takdir Tuhan. Di zaman ini unsur kepercayaan dapat menjelaskan semua hal yang tidak mungkin.
3. Age of reason
Orang sudah mulai mencari tahu bagaimana cara yang logis untuk menjelaskan sesuatu hal. Misalnya Tanaman memerlukan air dan karbondioksida untuk tumbuh. Jadi orang zaman ini sudah tidak mengatakan bahwa tanaman layu karena takdir Tuhan.
Syarat sesuatu disebut science
1. Experiment (bisa diulang hasil sama)
2. Observasi
3. Pembentukan teori (menjelaskan mengapa kok observasinya sama)
Pseudoscience adalah sesuatu yang bukan science tapi mirip atau diusahakan mirip science. Contohnya Iridiology (penyakit yang dapat dilihat melalui iris, hanya dengan melihat iris mata seseorang kita dapat mengetahui seluruh penyakit seseorang), phrenology (sifat berdasarkan benjolan otak . Pseudoscience biasanya hanya mengamati secara statistic.
Revolusi Science (age of revolution)
Revolusi science adalah proses peralihan komunitas ilmiah dari paradigma lama ke paradigma baru yang berlawanan
Muncul ilmuwan – ilmuwan baru:
Ø Coppernicus.
Coppernicus mengemukakan bahwa bumi bukanlah pusat alam semesta. Hal ini ditentang gereja karena gereja merasa apabila Yesus turun ke bumi maka bumi adalah sesuatu yang istimewa .
Ø Capler dan Galileo.
Capler menemukan orbit benda langit bukanlah lingkaran tetapi elips.
Galileo menemukan : adanya kawah bulan,planet yupiter,sunspot.
Ø Newton.
Menemukan matemathical description dan natural philosophy. Newton dan Leitniz menciptakan kalkulus.
Ø Einstein.
Menemukan bahwa fisika Newton tidak dapat menjelaskan benda-benda berkecepatan cahaya.
Ø Darwin.
Teori evolusi yang menyatakan bahwa manusia dan monyet berasal dari nenek moyang yang sama.
Ø Popper .
Mengemukakan syarat science:
Science harus bisa difalsifikasi, misalnya semua logam menghantarkan listrik, apabila ada logam yang tidak menghantarkan listrik maka pernyataan bahwa semua logam menghantarkan listrik sudah salah.
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
-
Archives
- June 2009 (5)
- May 2009 (1)
- April 2009 (2)
- March 2009 (2)
- February 2009 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS