Jawaban Masalah
1. Formal fallacy denying the antecedent (bila cowok dan cewek jalan berdua mereka akan melakukan hubungan intim, bila jalan sesame jenis tidak akan melakukan hubungan intim.)
Informal fallacy relevance intrusion the genetic fallacy(jangan berpikiran berprasangka akan terjadi hal-hal seksualitas, nanti disangka piktor)
Informal fallacy relevance intrusion poisoning the well(si cowok langsung mengatakan bahwa apabila orang tidak mau jalan berdua langsung dikatakan berpikiran kotor)
Informal fallacy relevance intrusion the slippery slope(menganggap bahwa jalan berdua pasti melakukan freesex)
Informal fallacy one side assessment(karena si cowok hanya melihat dari sisi seksualitas)
Informal fallacy relevance omission trivial objection(dari sekualitas menjadi membedakan teman cewek atau cowok)
Informal fallacies linguistic accent(si cowok
2. Informal Fallacy Linguistic composition(hanya bagi penganut freesex yang lainnya tidak)
3. Circulus of Probando dan analogical fallacy
4. Menurut saya tahu adalah keadaan di mana pernah mengalami, melihat, dan merasakan ataupun mendengar . Contoh kita tahu ada matahari karena kita pernah mendengar atau melihat dari fot luar angkasa.
5. Yang nyata adalah sesuatu yang dapat dirasai oleh alat indria manusia (Emperical evidence – dapat dibuktikan melalui pengalaman)
6. Apel merah dan apel hijau sekilas terlihat sama. Tetapi apabila kita memakannya maka rasanya akan berbeda, apel merah akan terasa lebih manis daripada apel hijau, kandungan kalium apel merah pun lebih banyak daripada apel hijau. Apabila kita menelusuri lebih dalam lagi apel merah dan apel hijau berasal dari pohon yang sama.
Source : http://74.125.153.132/search?q=cache:1aFGGZWueXEJ:images.toiusd.multiply.com/attachment/0/RkWvNAoKCp8AADvc4dI1/Pohon%2520Apel.doc%3Fnmid%3D41936014+kandungan+vitamin+apel+merah+dan+apel+hijau&cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id
7. Menurut saya orang yang kepala batu harus dilawan dengan kesabaran, sedikit demi sedikit kita harus membuktikan bahwa pendapatnya kurang benar. .
FALLACIES PART II
INFORMAL FALLACY RELEVANCE INTRUSION
Informal Fallacy – relevance – intrusion blinding with science
Menggunakan istilah ilmiah agar terlihat seolah benar
Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad crumenam
Kebenaran ditentukan oleh uang
Informal Fallacy – relevance – intrusion emotional appeals
Memanfaatkan emosi untuk mempengaruhi pendapat
Informal Fallacy – relevance – intrusion every schoolboy knows
Lebih baik kamu setuju daripada dibilang oon
Informal Fallacy – relevance – intrusion the genetic fallacy
Menilai kebenaran argumen berdasar siapa sumbernya
Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad hominem [abussive]
Menyerang orangnya, bukan pendapatnya
Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad hominem [circumstancial]
Mempengaruhi pendapat dengan memanfaatkan posisi/kepentingan lawan
Informal Fallacy – relevance – intrusion ignoratio elenchi
Membenarkan satu pendapat karena berhasil membenarkan pendapat yg lain
Informal Fallacy – relevance – intrusion irrelevant humour
Guyonan digunakan untuk mengalihkan perhatian
Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad lazarum
Orang miskin tidak selalu lebih baik daripada orang kaya
Informal Fallacy – relevance – intrusion loaded words
Mempengaruhi pendapat dengan kata-kata heboh penuh prasangka
Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad misericordiam
Mempengaruhi pendapat berdasar kasihan
Informal Fallacy – relevance – intrusion poisoning the well
Menyerang sebelum lawan memberikan argumennya
Informal Fallacy – relevance – intrusion the red herring
Memberi fakta lain yg tidak berhubungan dan membuat kesimpulan tak tercapai
Informal Fallacy – relevance – intrusion the runaway train
Membawa argumen ke hal-hal yg jauh
Informal Fallacy – relevance – intrusion the slippery slope
Menganggap satu tahap pasti diikuti tahap-tahap berikutnya
Informal Fallacy – relevance – intrusion tu quoque
Menentang pendapat dg menyalahkan lawan bahwa dia juga demikian
Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad verecundiam
Menggunakan autoritas palsu
Informal Fallacy – relevance – intrusion wishful thinking
Menentang/menyetujui pendapat berdasar keinginan kita
INFORMAL FALLACY RELEVANCE OMMISION
Informal Fallacy – relevance – ommision bogus dilemma
Seolah-olah hanya itulah pilihannya
Informal Fallacy – relevance – ommision concealed quantification
Pemberian atribut yang tidak jelas, apa ke seluruh kelas, atau beberapa anggotanya saja
Informal Fallacy – relevance – ommision damning the alternatives
Seolah-olah satu pilihan benar karena pilihan yang lain salah
Informal Fallacy – relevance – ommision definitional retreat
Membela diri dari bantahan dengan mengubah definisi
Informal Fallacy – relevance – ommision extensional pruning
Membela diri dari bantahan dengan definisi tidak umum (atau arti literal)
Informal Fallacy – relevance – ommision argumentum ad ignoratiam
Menyalahkan atau membenarkan klaim atas tidak adanya bukti
Informal Fallacy – relevance – ommision argumentum ad lapidem
Kepala batu
Informal Fallacy – relevance – ommision argumentum ad nauseam
Menggunakan perulangan agar terlihat benar
Informal Fallacy – relevance – ommision one-sided assessment
Hanya melihat satu sisi masalah
Informal Fallacy – relevance – ommision refuting the example
Menolak klaim dengan pernyataan yg bukan inti permasalahan
Informal Fallacy – relevance – ommision shifting ground
Menyangkal dg alasan bahwa klaim awal bukan seperti itu maksudnya
Informal Fallacy – relevance – ommision shifting the burden of proof
Mengalihkan tanggung jawab atas bukti
Informal Fallacy – relevance – ommision Special Pleading
Menuntut double standar
Informal Fallacy – relevance – ommision the straw man
Bila tidak bisa membantah, hajar versi extremenya
Informal Fallacy – relevance – ommision the exception that proves the rule
Perkecualian yg malah digunakan utk membenarkan
Informal Fallacy – relevance – ommision trivial objections
Menyalahkan sesuatu yg jauh hubungannya, atau masalah2 sepele
Informal Fallacy – relevance – ommision unaccepted enthymemes
Menggunakan enthymemes utk argumen
Informal Fallacy – relevance – ommision unobtainable perfection
Menyalahkan karena tidak sempurna
INFORMAL FALLACY RELEVANCE PRESUMPTION
Informal Fallacy – relevance – presumption abussive analogy
Menggunakan analogi yg melecehkan
Informal Fallacy – relevance – presumption accident
Perkecualian dianggap pembenaran
Informal Fallacy – relevance – presumption analogical fallacy
Menggunakan analogi yang tidak tepat
Informal Fallacy – relevance – presumption argumentum ad antiquam
Menganggap bagus karena kuno
Informal Fallacy – relevance – presumption apriorism
Sok tahu lebih dulu
Informal Fallacy – relevance – presumption bifurcation
Membatasi cuma 2 pilihan
Informal Fallacy – relevance – presumption circulus of probando
Logika berputar-putar
Informal Fallacy – relevance – presumption complex questions (plurium interrogationum)
Menggabung beberapa pertanyaan sehingga tidak bisa sekedar dijawab Ya atau Tidak
Informal Fallacy – relevance – presumption cum hoc ergo propter hoc
Sesuatu yg terjadi bersamaan seolah berhubungan
Informal Fallacy – relevance – presumption dicto simpliciter
Generalisasi berlebihan
Informal Fallacy – relevance – presumption ex-post-facto statistics
Menganggap hebat sesuatu kebetulan setelah hal itu terjadi
Informal Fallacy – relevance – presumption the gambler’s fallacy
Kesalahan memahami peluang hal yg berurutan
Informal Fallacy – relevance – presumption non-anticipation
Kalau memang demikian, tentu sudah sejak dulu ada tindakan
Informal Fallacy – relevance – presumption argumentum ad novitam
Menganggap yg baru itu lebih benar
Informal Fallacy – relevance – presumption petitio principia
Membuat argument yg berisi kesimpulan yg kita inginkan
Informal Fallacy – relevance – presumption post hoc ergo propter hoc
Kejadian yg berurutan dianggap berhubungan
Informal Fallacy – relevance – presumption secundum quid
Generalisasi yg terlalu cepat
Informal Fallacy – relevance – presumption argumentum ad temperantiam
Menganggap jalan tengah selalu yang terbaik
FALLACIES of REASONING PART I
FORMAL FALLACIES
Formal Fallacy – affirming the consequent
Menyimpulkan sebab dari akibat
Contoh : Kucing mati bila digigit landak gila, disini ada kucing mati, jadi ada landak gila di sekitar sini
Formal Fallacy – conclusion which denies premises
Kesimpulan yang berlawanan dengan premis
Contoh : “Nak, tidak ada yang pasti di dunia ini. Karena itu kita harus belajar dari pengalaman”
Formal Fallacy – contradictory premises
Premis yang bertentangan
Contoh: Semua yang hidup bisa mati, Tuhan tidak bisa mati, jadi Tuhan tidak hidup
Formal Fallacy – denying the antecedent
Menentang sebab untuk membalikkan akibat
Contoh : Bila aku makan terlalu banyak, aku akan sakit. Aku makan secukupnya, maka aku tidak akan sakit.
Formal Fallacy – exclussive premises
Menggunakan 2 premis negatif
Contoh : Tidak ada tukang kayu yang juga penjual roti, tidak ada penjual roti yang juga nelayan, jadi tidak ada tukang kayu yang juga nelayan.
Formal Fallacy – existential fallacy
Premis menyatakan ‘semua’, namun kesimpulan menyatakan ‘beberapa’, merayu orang percaya bahwa premis benar
Contoh : Semua UFO adalah pesawat antariksa, semua pesawat antariksa terbang di luar atmosfer, jadi beberapa UFO terbang di luar atmosfer.
Formal Fallacy – false conversion
Membalik fakta yang mengandung ‘beberapa’
Contoh: Semua kelinci berkaki empat, semua yang berkaki empat adalah kelinci
Formal Fallacy – illicit process
Satu atribut kelompok ini dan itu sama, bukan berarti atribut yang lain juga sama
Contoh : Orang-orang yang bersepeda adalah kaum yang hemat, kaum petani tidak ada yang bersepeda, kaum petani bukan kaum yang hemat.
Formal Fallacy – positive conclusion, negative premise
Kesimpulan positif berdasar 2 premis dimana salah satunya adalah negatif
Contoh : Beberapa kucing tidak bodoh, kucing adalah hewan, jadi beberapa hewan itu bodoh.
Formal Fallacy – quaternio terminorum
Empat pernyataan
Contoh : John di kanan Peter, Peter di kanan Paul, jadi John di kanan Paul.
Formal Fallacy – undistributed middle
Ciri kelas diambil sebagian untuk menyamakan kedua kelas
Contoh : Semua kuda berkaki empat, semua anjing berkaki empat, jadi semua kuda adalah kambing.
INFORMAL FALLACIES
Informal Fallacy – Linguistics accent
Maksud suatu pernyataan tergantung konteks
Contoh :
l Nyalakan rokokmu! (silakan)
l Nyalakan rokokmu! (jangan menyalakan taplak, gorden dlsb!)
l Nyalakan rokokmu! (rokokmu sendiri! bukan rokok orang lain!)
l Nyalakan rokokmu! (jangan dikunyah lalu ditelan!)
Informal Fallacy – Linguistics accent
Menyelewengkan maksud
Contoh : Ibu melarang kita melempar batu ke jendela, tapi dia tidak melarang melempar pakai besi, kan?
Informal Fallacy – Linguistics amphiboly
Susunan kalimat yang ambigu
Contoh : Aku bertemu sang raja naik kuda. Dia terengah-engah dan kehausan. Aku memberinya air.
Informal Fallacy – Linguistics composition
Benar untuk setiap member, belum tentu benar untuk seluruh kelas
Contoh : Kita tahu bahwa orang Indonesia suka menolong, karena itu seharusnya Indonesia harus lebih sering membantu perekonomian negara-negara lain yang kurang beruntung
Informal Fallacy – Linguistics division
Kebalikan dari composition
Contoh : India adalah negara yang sangat tua. Pemain film India semuanya sangat tua.
Informal Fallacy – Linguistics equivocation
Menggunakan arti yang ambigu untuk mengakali
Contoh : Kebahagiaan adalah tujuan akhir hidup. Kematian adalah akhir hidup. Jadi kematian adalah kebahagiaan.
Informal Fallacy – Linguistics reification/hypostatization
Menganggap setiap kata memiliki eksistensi nyata
Contoh : Dalam parfum SKYROS, kami menambahkan keceriaan musim semi yang akan membawa kebahagiaan surgawi ke sekitar anda.
MODEL
Model adalah representasi suatu masalah dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah dikerjakan.
Model memiliki tujuan yaitu understanding dan prediction
Jenis-jenis model:
1. model ikonik (memberikan gambar atau peragaan dari masalah yang ditinjau)
contoh: maket ( memberikan gambaran bangunan yang akan dibuat)
2. model analog (bentuk/gambar tidak diperlukan yang penting memiliki sifat yang mirip)
contoh: gelombang suara(karakter suara dapat diketahui dengan cara membuat model ruangan (ikonik) dan menempatkannya pada bak dangkal berisi air yang digetarkan)
3. symbolic atau matematik (menyatakan kuantitatif,persamaan matematik yang mewakili masalah)
contoh: persamaan gerak jatuh bebas ke tanah.
4. verbal : memiliki nama yang berbeda-beda
Pembagian model yang lain :
- Analytic (menggunakan rumus yang telah ada untuk mendapatkan suatu perhitungan contoh rumus Luas lingkaran )
- Numeric (menggunakan kurva untuk menghitung luas)
- Deterministik (Sesuatu yang telah pasti)
- Probabilistik (Peluang yang dapat terjadi pada suatu kejadian)
- Static
- Dynamic
Fuzzy Logic dan Genetic Algorithm
Logika Fuzzy adalah peningkatan dari logika boolean yang berhadapan dengan konsep kebenaran sebagian. Di mana logika klasik menyatakan bahwa segala hal dapat diekspresikan dalam istilah binary tingkat kebenaran. (0 atau 1, hitam atau putih, ya atau tidak), logika fuzzy menggantikan kebenaran boolean dengan tingkat kebenaran.
contoh : Seseorang dikatakan pendek jika mempunyai tinggi badan di bawah 15o cm(mutlak), dan dikatakan tinggi jika mempumnyai tinggi badan di atas 70(mutlak). Apabila seseorang mempunyai tinggi badan 156 maka dinyatakan agak tinggi memiliki tingkat kebenaran 0.3.
tingkat kebenaran (x) = { 0 , jika tinggi (x) < 150 cm (tinggi(x) - 150) / 20 , jika 150 <= tinggi (x) < = 170 cm 1 , jika tinggi (x) > 170 cm } source:http://lumajang.net/?ars=230 dan wikipedia
Genetic Algorithm
Algoritma genetik adalah teknik pencarian yang di dalam ilmu komputer untuk menemukan penyelesaian perkiraan untuk optimisasi dan masalah pencarian. Algoritma genetik adalah kelas khusus dari algoritma evolusioner dengan menggunakan teknik yang terinspirasi oleh biologi evolusioner seperti warisan, mutasi, seleksi alam dan rekombinasi (atau crossover).
Algoritma Genetik khususnya diterapkan sebagai simulasi komputer dimana sebuah populasi representasi abstrak (disebut kromosom) dari solusi-solusi calon (disebut individual) pada sebuah masalah optimisasi akan berkembang menjadi solusi-solusi yang lebih baik. Secara tradisional, solusi-solusi dilambangkan dalam biner sebagai string ’0′ dan ’1′, walaupun dimungkinkan juga penggunaan penyandian (encoding) yang berbeda
source:http://one.indoskripsi.com/node/7551
Awal matematika
1. Awal matematika:
-Ordination
-Cardination
-Numeric symbolization
2. Pentingnya digit 0
3. Bilangan real
-Rational (1/7)
-Irrational
-Rational
-Banyak mana jumlah rational versus irrational
3. Bilangan rational
-Ciri-ciri suatu saat akan cyclic
-Bagaimana bentuk mengubah bentuk 0,123123
-Berapakah 0,999 itu?
Paradoks : Statiska
Omniscience
Nefilhim
Body Satwa
Devil Offer
Pascal Wage
Struktur Pengetahuan Ilmiah dan Sarana Berpikir Ilmiah
Struktur Pengetahuan Ilmiah terdiri dari :
- Hipotesa
- Teori
- Hukum
- Aksioma / postulat
- Prinsip
- Asumsi
Sarana Berpikir Ilmiah
- Bahasa
- Matematika Deduksi
- Probabilitas Induksi
Hipotesa : perkiraan awal (ada pattern, data, penjelasan)
Postulat : suatu pernyataan yang tidak perlu dibuktikan lagi (dianggap sudah benar)
Euclidetion Geometry menyatakan bahwa kebenaran itu tidak ada yang absolut, apabila ada yang lebih mendasar akan menggantikan.
Beda Prinsip dan Asumsi :]
Prinsip : sesuatu yang mendasari yang lain
Asumsi: sesuatu yang dianggap sudah benar untuk mengambil deduksi atau induksi berdasarkan bukti empiris
Contoh prinsip : 1+1=2
Contoh asumsi : Pagi hari keadaan aman, bagaimana pada pagi itu bisa terjadi tabrakan? Berasumsi bahwa ada bencana atau keadaan lain.
Mengapa Matematika / Statiska bukan ilmiah ? karena harus melibatkan induksi dan deduksi.
Bahasa adalah sarana berpikir ilmiah.
Metode Ilmiah
Apakah metode ilmiah?
Cara untuk mendapatkan pengetahuan atau ilmu.
Syarat :
· Metode : suatu cara untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah langkah yang sistematis.
· Metodologi : ilmu yang mempelajari tentang peraturan-peraturan dari metode tersebut.
· Metodologi : pengkajian dari peraturan-peraturan dalam metode ilmiah.
Tujuan metode ilmiah : mendapatkan pengetahuan ilmiah yang rasional dan yang teruji sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.
Tahap kebudayaan
· Mistis: orang dikepung oleh kekuatan kekuatan yang tidak diketahui (mencari pola)
· Ontologism: manusia sudah bisa memahami mengapa begini,mengapa begitu
· Fungsional: sudah memanfaatkan alam
Ingat perkembangan ilmu mengikuti deret eksposional.
Kardaseve scale : kemampuan manusia memanfaatkan kebudayaan itu sampai bagaimana
1. Bisa memanfaatkan energy di planet itu
2. Sudah memanfaatkan bintang Dyson sphere(mengumpulkan bintang ke black hole)
3. Seluruh galaxy diumpankan
4. Memanfaatkan dark energy
Metode ilmiah menggabungkan cara penalaran induksi dan deduksi .
· Pembentukan teori
· Ada data berupapola
· Ada penjelasan(kenapa seperti itu)
Syarat teori
Konsistesi dengan teori sebelumnya harus cocok dengan fakta empiris. Sebelum ada pembuktian empiris, penjelasan baru disebut sebagai hipotesa
Dasar Filsafat
Ilmu mempunyai dua peranan :
- sebagai metafisika sebagai titik tolak untuk lepas dari mitos
- akal sehat yang terdidik
Ontologi
Salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Mereka percaya segala sesuatu itu berasal dari satu substansi belaka sehingga sesuatu itu tidak bisa dianggap ada berdiri sendiri. Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis.
Epistomologi
Epistomologi adalah teori pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia.
Aksiologi
Istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios yang berarti sesuai atau wajar. Sedangkan logos yang berarti ilmu. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Menurut John Sinclair, dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik, social dan agama. Sistem mempunyai rancangan bagaimana tatanan, rancangan dan aturan sebagai satu bentuk pengendalian terhadap satu institusi dapat terwujud.
Giordano Bruno (1548, Nola – 17 Februari 1600, Roma) adalah seorang ahli filsafat, pendeta, dan ahli kosmologi Italia. Bruno dikenal dari penggunaan dan pembuatan seni memori, sebuah sistem mnemonik yang didasarkan pada pengetahuan terkumpul. Ia juga pencetus awal ide alam semesta tak terbatas. Dibakar sebagai seorang penyimpang oleh Inkuisisi Roma, Bruno dipandang sebagai salah seorang “martir” bagi ilmu pengetahuan” pertama.
Realism vs Antirealism
‘’Reality is that which, when you stop believing in it, doesn’t go away.’’
(Philip K. quotes)
Does the moon exist only when someone is looking at it?
Realism vs Idealism
Realism : kebenaran alam semesta ini tidak dipengaruhi oleh pikiran manusia. Aliran ini percaya bahwa ada independent world di luar pikiran manusia. Salah satu yang percaya akan aliran ini adalah Einsten. Jadi walaupun tidak ada orang yang melihat bulan, bulan itu tetap ada.
Idealism: semua ini relative terhadap pikiran manusia. Rene decartes mengatakan bahwa aku ada karena aku berpikir.
Realism vs antirealism
Realism : sesuatu yang bisa atau tidak dapat diamati itu merupakan kebenaran.
Antirealism : sesuatu harus bisa diamati baru dapat dianggap suatu kebenaran.
Antirealism dibagi menjadi 2 yaitu metafor dan agnostic.
Observable vs nonobservable . Sesuatu dikatakan nonobservable bila tidak bisa diamati oleh indera.
Seandainya antirealism itu benar dan sesuatu tidak dapat dianggap nyata sampai dilakukan pengamatan oleh pikran manusia, maka teori BIG BANG dan teori evolusi akan dianggap salah…
-
Archives
- June 2009 (5)
- May 2009 (1)
- April 2009 (2)
- March 2009 (2)
- February 2009 (4)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS