Philosophy of Science

Merlin Santoso 2009

Jawaban Masalah

1. Formal fallacy denying the antecedent (bila cowok dan cewek  jalan berdua mereka akan melakukan  hubungan intim, bila jalan sesame jenis tidak akan melakukan hubungan intim.)

Informal fallacy relevance intrusion the genetic fallacy(jangan berpikiran berprasangka akan terjadi hal-hal seksualitas, nanti disangka piktor)

Informal fallacy relevance intrusion poisoning the well(si cowok langsung mengatakan bahwa apabila orang tidak mau jalan berdua langsung dikatakan berpikiran kotor)

Informal fallacy relevance intrusion the slippery slope(menganggap bahwa jalan berdua pasti melakukan freesex)

Informal fallacy one side assessment(karena si cowok hanya melihat dari sisi seksualitas)

Informal fallacy relevance omission trivial objection(dari sekualitas menjadi membedakan teman cewek atau cowok)

Informal fallacies linguistic accent(si cowok

2. Informal Fallacy Linguistic composition(hanya bagi penganut freesex yang lainnya tidak)

3. Circulus of Probando dan analogical fallacy

4. Menurut saya tahu adalah keadaan di mana pernah mengalami, melihat, dan merasakan ataupun mendengar . Contoh kita tahu ada matahari karena kita pernah mendengar atau melihat dari fot luar angkasa.

5. Yang nyata adalah sesuatu yang dapat dirasai oleh alat indria manusia (Emperical evidence – dapat dibuktikan melalui pengalaman)

6.  Apel merah dan apel hijau sekilas terlihat sama. Tetapi apabila kita memakannya maka rasanya akan berbeda, apel merah akan terasa lebih manis daripada apel hijau, kandungan kalium apel merah pun lebih banyak daripada apel hijau.  Apabila kita menelusuri lebih dalam lagi apel merah dan apel hijau berasal dari pohon yang sama.

Source : http://74.125.153.132/search?q=cache:1aFGGZWueXEJ:images.toiusd.multiply.com/attachment/0/RkWvNAoKCp8AADvc4dI1/Pohon%2520Apel.doc%3Fnmid%3D41936014+kandungan+vitamin+apel+merah+dan+apel+hijau&cd=4&hl=id&ct=clnk&gl=id

7.  Menurut saya orang yang kepala batu harus dilawan dengan kesabaran, sedikit demi sedikit kita harus membuktikan bahwa pendapatnya kurang benar. .

June 12, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

FALLACIES PART II

INFORMAL FALLACY RELEVANCE INTRUSION

Informal Fallacy – relevance – intrusion blinding with science
Menggunakan istilah ilmiah agar terlihat seolah benar

Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad crumenam
Kebenaran ditentukan oleh uang

Informal Fallacy – relevance – intrusion emotional appeals
Memanfaatkan emosi untuk mempengaruhi pendapat

Informal Fallacy – relevance – intrusion every schoolboy knows
Lebih baik kamu setuju daripada dibilang oon

Informal Fallacy – relevance – intrusion the genetic fallacy
Menilai kebenaran argumen berdasar siapa sumbernya

Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad hominem [abussive]
Menyerang orangnya, bukan pendapatnya

Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad hominem [circumstancial]
Mempengaruhi pendapat dengan memanfaatkan posisi/kepentingan lawan

Informal Fallacy – relevance – intrusion ignoratio elenchi
Membenarkan satu pendapat karena berhasil membenarkan pendapat yg lain

Informal Fallacy – relevance – intrusion irrelevant humour
Guyonan digunakan untuk mengalihkan perhatian

Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad lazarum
Orang miskin tidak selalu lebih baik daripada orang kaya

Informal Fallacy – relevance – intrusion loaded words
Mempengaruhi pendapat dengan kata-kata heboh penuh prasangka

Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad misericordiam
Mempengaruhi pendapat berdasar kasihan

Informal Fallacy – relevance – intrusion poisoning the well
Menyerang sebelum lawan memberikan argumennya

Informal Fallacy – relevance – intrusion the red herring
Memberi fakta lain yg tidak berhubungan dan membuat kesimpulan tak tercapai

Informal Fallacy – relevance – intrusion the runaway train
Membawa argumen ke hal-hal yg jauh

Informal Fallacy – relevance – intrusion the slippery slope
Menganggap satu tahap pasti diikuti tahap-tahap berikutnya

Informal Fallacy – relevance – intrusion tu quoque
Menentang pendapat dg menyalahkan lawan bahwa dia juga demikian

Informal Fallacy – relevance – intrusion argumentum ad verecundiam
Menggunakan autoritas palsu

Informal Fallacy – relevance – intrusion wishful thinking
Menentang/menyetujui pendapat berdasar keinginan kita

INFORMAL FALLACY RELEVANCE OMMISION

Informal Fallacy – relevance – ommision bogus dilemma
Seolah-olah hanya itulah pilihannya

Informal Fallacy – relevance – ommision concealed quantification
Pemberian atribut yang tidak jelas, apa ke seluruh kelas, atau beberapa anggotanya saja

Informal Fallacy – relevance – ommision damning the alternatives
Seolah-olah satu pilihan benar karena pilihan yang lain salah

Informal Fallacy – relevance – ommision definitional retreat
Membela diri dari bantahan dengan mengubah definisi

Informal Fallacy – relevance – ommision extensional pruning
Membela diri dari bantahan dengan definisi tidak umum (atau arti literal)

Informal Fallacy – relevance – ommision argumentum ad ignoratiam
Menyalahkan atau membenarkan klaim atas tidak adanya bukti

Informal Fallacy – relevance – ommision argumentum ad lapidem
Kepala batu

Informal Fallacy – relevance – ommision argumentum ad nauseam
Menggunakan perulangan agar terlihat benar

Informal Fallacy – relevance – ommision one-sided assessment
Hanya melihat satu sisi masalah

Informal Fallacy – relevance – ommision refuting the example
Menolak klaim dengan pernyataan yg bukan inti permasalahan

Informal Fallacy – relevance – ommision shifting ground
Menyangkal dg alasan bahwa klaim awal bukan seperti itu maksudnya

Informal Fallacy – relevance – ommision shifting the burden of proof
Mengalihkan tanggung jawab atas bukti

Informal Fallacy – relevance – ommision Special Pleading
Menuntut double standar

Informal Fallacy – relevance – ommision the straw man
Bila tidak bisa membantah, hajar versi extremenya

Informal Fallacy – relevance – ommision the exception that proves the rule
Perkecualian yg malah digunakan utk membenarkan

Informal Fallacy – relevance – ommision trivial objections
Menyalahkan sesuatu yg jauh hubungannya, atau masalah2 sepele

Informal Fallacy – relevance – ommision unaccepted enthymemes
Menggunakan enthymemes utk argumen

Informal Fallacy – relevance – ommision unobtainable perfection
Menyalahkan karena tidak sempurna

INFORMAL FALLACY RELEVANCE PRESUMPTION

Informal Fallacy – relevance – presumption abussive analogy
Menggunakan analogi yg melecehkan

Informal Fallacy – relevance – presumption accident
Perkecualian dianggap pembenaran

Informal Fallacy – relevance – presumption analogical fallacy
Menggunakan analogi yang tidak tepat

Informal Fallacy – relevance – presumption argumentum ad antiquam
Menganggap bagus karena kuno

Informal Fallacy – relevance – presumption apriorism
Sok tahu lebih dulu

Informal Fallacy – relevance – presumption bifurcation
Membatasi cuma 2 pilihan

Informal Fallacy – relevance – presumption circulus of probando
Logika berputar-putar

Informal Fallacy – relevance – presumption complex questions (plurium interrogationum)
Menggabung beberapa pertanyaan sehingga tidak bisa sekedar dijawab Ya atau Tidak

Informal Fallacy – relevance – presumption cum hoc ergo propter hoc
Sesuatu yg terjadi bersamaan seolah berhubungan

Informal Fallacy – relevance – presumption dicto simpliciter
Generalisasi berlebihan

Informal Fallacy – relevance – presumption ex-post-facto statistics
Menganggap hebat sesuatu kebetulan setelah hal itu terjadi

Informal Fallacy – relevance – presumption the gambler’s fallacy
Kesalahan memahami peluang hal yg berurutan

Informal Fallacy – relevance – presumption non-anticipation
Kalau memang demikian, tentu sudah sejak dulu ada tindakan

Informal Fallacy – relevance – presumption argumentum ad novitam
Menganggap yg baru itu lebih benar

Informal Fallacy – relevance – presumption petitio principia
Membuat argument yg berisi kesimpulan yg kita inginkan

Informal Fallacy – relevance – presumption post hoc ergo propter hoc
Kejadian yg berurutan dianggap berhubungan

Informal Fallacy – relevance – presumption secundum quid
Generalisasi yg terlalu cepat

Informal Fallacy – relevance – presumption argumentum ad temperantiam
Menganggap jalan tengah selalu yang terbaik

June 12, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

FALLACIES of REASONING PART I

FORMAL FALLACIES

Formal Fallacy – affirming the consequent
Menyimpulkan sebab dari akibat
Contoh : Kucing mati bila digigit landak gila, disini ada kucing mati, jadi ada landak gila di sekitar sini

Formal Fallacy – conclusion which denies premises
Kesimpulan yang berlawanan dengan premis
Contoh : “Nak, tidak ada yang pasti di dunia ini. Karena itu kita harus belajar dari pengalaman”

Formal Fallacy – contradictory premises
Premis yang bertentangan
Contoh:  Semua yang hidup bisa mati, Tuhan tidak bisa mati, jadi Tuhan tidak hidup

Formal Fallacy – denying the antecedent
Menentang sebab untuk membalikkan akibat
Contoh : Bila aku makan terlalu banyak, aku akan sakit. Aku makan secukupnya, maka aku tidak akan sakit.

Formal Fallacy – exclussive premises
Menggunakan 2 premis negatif
Contoh : Tidak ada tukang kayu yang juga penjual roti, tidak ada penjual roti yang juga nelayan, jadi tidak ada tukang kayu yang juga nelayan.

Formal Fallacy – existential fallacy
P
remis menyatakan ‘semua’, namun kesimpulan menyatakan ‘beberapa’, merayu orang percaya bahwa premis benar
Contoh : Semua UFO adalah pesawat antariksa, semua pesawat antariksa terbang di luar atmosfer, jadi beberapa UFO terbang di luar atmosfer.

Formal Fallacy – false conversion
Membalik fakta yang mengandung ‘beberapa’
Contoh: Semua kelinci berkaki empat, semua yang berkaki empat adalah kelinci

Formal Fallacy – illicit process
Satu atribut kelompok ini dan itu sama, bukan berarti atribut yang lain juga sama
Contoh :
Orang-orang yang bersepeda adalah kaum yang hemat, kaum petani tidak ada yang bersepeda, kaum petani bukan kaum yang hemat.

Formal Fallacy – positive conclusion, negative premise
Kesimpulan positif berdasar 2 premis dimana salah satunya adalah negatif
Contoh : Beberapa kucing tidak bodoh, kucing adalah hewan, jadi beberapa hewan itu bodoh.

Formal Fallacy – quaternio terminorum
Empat pernyataan
Contoh : John di kanan Peter, Peter di kanan Paul, jadi John di kanan Paul.

Formal Fallacy – undistributed middle
Ciri kelas diambil sebagian untuk menyamakan kedua kelas
Contoh : Semua kuda berkaki empat, semua anjing berkaki empat, jadi semua kuda adalah kambing.

INFORMAL FALLACIES

Informal Fallacy – Linguistics accent
Maksud suatu pernyataan tergantung konteks
Contoh :

l  Nyalakan rokokmu! (silakan)

l  Nyalakan rokokmu! (jangan menyalakan taplak, gorden dlsb!)

l  Nyalakan rokokmu! (rokokmu sendiri! bukan rokok orang lain!)

l  Nyalakan rokokmu! (jangan dikunyah lalu ditelan!)

Informal Fallacy – Linguistics accent
Menyelewengkan maksud
Contoh : Ibu melarang kita melempar batu ke jendela, tapi dia tidak melarang melempar pakai besi, kan?

Informal Fallacy – Linguistics amphiboly
Susunan kalimat yang ambigu
Contoh : Aku bertemu sang raja naik kuda. Dia terengah-engah dan kehausan. Aku memberinya air.

Informal Fallacy – Linguistics composition
Benar untuk setiap member, belum tentu benar untuk seluruh kelas
Contoh : Kita tahu bahwa orang Indonesia suka menolong, karena itu seharusnya Indonesia harus lebih sering membantu perekonomian negara-negara lain yang kurang beruntung

Informal Fallacy – Linguistics division
Kebalikan dari composition
Contoh : India adalah negara yang sangat tua. Pemain film India semuanya sangat tua.

Informal Fallacy – Linguistics equivocation
Menggunakan arti yang ambigu untuk mengakali
Contoh : Kebahagiaan adalah tujuan akhir hidup. Kematian adalah akhir hidup. Jadi kematian adalah kebahagiaan.

Informal Fallacy – Linguistics reification/hypostatization
Menganggap setiap kata memiliki eksistensi nyata
Contoh : Dalam parfum SKYROS, kami menambahkan keceriaan musim semi yang akan membawa kebahagiaan surgawi ke sekitar anda.

June 11, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

MODEL

Model adalah representasi suatu masalah dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah dikerjakan.

Model memiliki tujuan yaitu understanding dan prediction

Jenis-jenis model:

1.    model ikonik (memberikan gambar atau peragaan dari masalah yang ditinjau)

contoh: maket ( memberikan gambaran bangunan yang akan dibuat)

2.   model analog (bentuk/gambar tidak diperlukan yang penting memiliki sifat yang mirip)

contoh: gelombang suara(karakter suara dapat diketahui dengan cara membuat model ruangan (ikonik) dan         menempatkannya pada bak dangkal berisi air yang digetarkan)

3.   symbolic atau matematik (menyatakan kuantitatif,persamaan matematik yang mewakili masalah)

contoh: persamaan gerak jatuh bebas ke tanah.

4.   verbal : memiliki nama yang berbeda-beda

Pembagian model yang lain :

  • Analytic (menggunakan rumus yang telah ada untuk mendapatkan suatu perhitungan contoh rumus Luas lingkaran )
  • Numeric (menggunakan kurva untuk menghitung luas)
  • Deterministik (Sesuatu yang telah pasti)
  • Probabilistik (Peluang yang dapat terjadi  pada suatu kejadian)
  • Static
  • Dynamic

June 10, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

Fuzzy Logic dan Genetic Algorithm

Logika Fuzzy adalah peningkatan dari logika boolean yang berhadapan dengan konsep kebenaran sebagian. Di mana logika klasik menyatakan bahwa segala hal dapat diekspresikan dalam istilah binary tingkat kebenaran. (0 atau 1, hitam atau putih, ya atau tidak), logika fuzzy menggantikan kebenaran boolean dengan tingkat kebenaran.

contoh : Seseorang dikatakan pendek jika mempunyai tinggi badan di bawah 15o cm(mutlak), dan dikatakan tinggi jika mempumnyai tinggi badan di atas 70(mutlak). Apabila seseorang mempunyai tinggi badan  156 maka dinyatakan agak tinggi  memiliki tingkat kebenaran 0.3.

tingkat kebenaran (x) = {
	0			, jika tinggi (x) < 150 cm
	(tinggi(x) - 150) / 20	, jika 150 <= tinggi (x) < = 170 cm
	1 			, jika tinggi (x) > 170 cm 
	}
source:http://lumajang.net/?ars=230 dan wikipedia

Genetic Algorithm

Algoritma genetik adalah teknik pencarian yang di dalam ilmu komputer untuk menemukan penyelesaian perkiraan untuk optimisasi dan masalah pencarian. Algoritma genetik adalah kelas khusus dari algoritma evolusioner dengan menggunakan teknik yang terinspirasi oleh biologi evolusioner seperti warisan, mutasi, seleksi alam dan rekombinasi (atau crossover).

Algoritma Genetik khususnya diterapkan sebagai simulasi komputer dimana sebuah populasi representasi abstrak (disebut kromosom) dari solusi-solusi calon (disebut individual) pada sebuah masalah optimisasi akan berkembang menjadi solusi-solusi yang lebih baik. Secara tradisional, solusi-solusi dilambangkan dalam biner sebagai string ’0′ dan ’1′, walaupun dimungkinkan juga penggunaan penyandian (encoding) yang berbeda

source:http://one.indoskripsi.com/node/7551

June 10, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

Awal matematika

1. Awal matematika:
-Ordination
-Cardination
-Numeric symbolization

2. Pentingnya digit 0

3. Bilangan real
-Rational (1/7)
-Irrational
-Rational
-Banyak mana jumlah rational versus irrational

3. Bilangan rational
-Ciri-ciri suatu saat akan cyclic
-Bagaimana bentuk mengubah bentuk 0,123123
-Berapakah 0,999 itu?

Paradoks : Statiska
Omniscience
Nefilhim
Body Satwa
Devil Offer
Pascal Wage

May 4, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

Struktur Pengetahuan Ilmiah dan Sarana Berpikir Ilmiah

Struktur Pengetahuan Ilmiah terdiri dari :

  1. Hipotesa
  2. Teori
  3. Hukum
  4. Aksioma / postulat
  5. Prinsip
  6. Asumsi

Sarana Berpikir Ilmiah

  • Bahasa
  • Matematika Deduksi
  • Probabilitas Induksi

Hipotesa : perkiraan awal (ada pattern, data, penjelasan)

Postulat : suatu pernyataan yang tidak perlu dibuktikan lagi (dianggap sudah benar)

Euclidetion Geometry menyatakan bahwa kebenaran itu tidak ada yang absolut, apabila ada yang lebih mendasar akan menggantikan.

Beda Prinsip dan Asumsi :]

Prinsip : sesuatu yang mendasari yang lain

Asumsi: sesuatu yang dianggap sudah benar untuk mengambil deduksi atau induksi berdasarkan bukti empiris

Contoh prinsip : 1+1=2

Contoh asumsi : Pagi hari keadaan aman, bagaimana pada pagi itu bisa terjadi tabrakan? Berasumsi bahwa ada bencana atau keadaan lain.

Mengapa Matematika / Statiska bukan ilmiah ? karena harus melibatkan induksi dan deduksi.

Bahasa adalah sarana berpikir ilmiah.

April 20, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

Metode Ilmiah

Apakah metode ilmiah?

Cara untuk mendapatkan pengetahuan atau ilmu.

Syarat :

· Metode : suatu cara untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah langkah yang sistematis.

· Metodologi : ilmu yang mempelajari tentang peraturan-peraturan dari metode tersebut.

· Metodologi : pengkajian dari peraturan-peraturan dalam metode ilmiah.

Tujuan metode ilmiah : mendapatkan pengetahuan ilmiah yang rasional dan yang teruji sehingga merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan.

Tahap kebudayaan

· Mistis: orang dikepung oleh kekuatan kekuatan yang tidak diketahui (mencari pola)

· Ontologism: manusia sudah bisa memahami mengapa begini,mengapa begitu

· Fungsional: sudah memanfaatkan alam

Ingat perkembangan ilmu mengikuti deret eksposional.

Kardaseve scale : kemampuan manusia memanfaatkan kebudayaan itu sampai bagaimana

1. Bisa memanfaatkan energy di planet itu

2. Sudah memanfaatkan bintang Dyson sphere(mengumpulkan bintang ke black hole)

3. Seluruh galaxy diumpankan

4. Memanfaatkan dark energy

Metode ilmiah menggabungkan cara penalaran induksi dan deduksi .

· Pembentukan teori

· Ada data berupapola

· Ada penjelasan(kenapa seperti itu)

Syarat teori

Konsistesi dengan teori sebelumnya harus cocok dengan fakta empiris. Sebelum ada pembuktian empiris, penjelasan baru disebut sebagai hipotesa

April 6, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

Dasar Filsafat

Ilmu mempunyai dua peranan :

  1. sebagai metafisika sebagai titik tolak untuk lepas dari mitos
  2. akal sehat yang terdidik

Ontologi

Salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Mereka percaya segala sesuatu itu berasal dari satu substansi belaka sehingga sesuatu itu tidak bisa dianggap ada berdiri sendiri. Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis.

Epistomologi

Epistomologi adalah teori pengetahuan yang berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia.

Aksiologi

Istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios yang berarti sesuai atau wajar. Sedangkan logos yang berarti ilmu. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Menurut John Sinclair, dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik, social dan agama. Sistem mempunyai rancangan bagaimana tatanan, rancangan dan aturan sebagai satu bentuk pengendalian terhadap satu institusi dapat terwujud.

Giordano Bruno (1548, Nola – 17 Februari 1600, Roma) adalah seorang ahli filsafat, pendeta, dan ahli kosmologi Italia. Bruno dikenal dari penggunaan dan pembuatan seni memori, sebuah sistem mnemonik yang didasarkan pada pengetahuan terkumpul. Ia juga pencetus awal ide alam semesta tak terbatas. Dibakar sebagai seorang penyimpang oleh Inkuisisi Roma, Bruno dipandang sebagai salah seorang “martir” bagi ilmu pengetahuan” pertama.

March 23, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

Realism vs Antirealism

‘’Reality is that which, when you stop believing in it, doesn’t go away.’’

(Philip K. quotes)

Does the moon exist only when someone is looking at it?

Realism vs Idealism

Realism : kebenaran alam semesta ini tidak dipengaruhi oleh pikiran manusia. Aliran ini percaya bahwa ada independent world di luar pikiran manusia. Salah satu yang percaya akan aliran ini adalah Einsten. Jadi walaupun tidak ada orang yang melihat bulan, bulan itu tetap ada.
Idealism: semua ini relative terhadap pikiran manusia. Rene decartes mengatakan bahwa aku ada karena aku berpikir.

Realism vs antirealism

Realism : sesuatu yang bisa atau tidak dapat diamati itu merupakan kebenaran.
Antirealism : sesuatu harus bisa diamati baru dapat dianggap suatu kebenaran.
Antirealism dibagi menjadi 2 yaitu metafor dan agnostic.

Observable vs nonobservable . Sesuatu dikatakan nonobservable bila tidak bisa diamati oleh indera.

Seandainya antirealism itu benar dan sesuatu tidak dapat dianggap nyata sampai dilakukan pengamatan oleh pikran manusia, maka teori BIG BANG dan teori evolusi akan dianggap salah…

March 1, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a Comment

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.